#BrideTalk02 - Concept and Budgeting

10:50:00 AM

Assalamualaikum wr wb..

Haiiiii, akhirnya di akhir Oktober ini punya mood buat buka blog. Ya ampun entah kenapa sebulan kemarin males banget ngeblog karena apa? Kamera ku rusak :( Jadi gak bisa ambil gambar produk deh padahal udah banyak banget yang pingin di review. Sedangkan kamera hp aku...alakadarnya gitu deh hehe. Terusnya lagi, selama 3 minggu ke belakang aku dan a gilang sibuk mencari the right vendor untuk rencana pernikahan kami (cie...cie...). Dan akhirnya sekarang punya waktu buka blog, ya sudah deh sekalian mau sharing aja.

Selama memilah dan memilih vendor ini sampe beberapa kali berdebat sama a gilang dan kadang pake emosi karena udah ruwet banget kan hehe. But finally sekarang konsep secara garis besar udah beres, tinggal semangat kerja untuk nambah-nambah pundi rupiah nya saja hehe.

By the way, pada awalnya kami gak akan pake jasa WO dan pakai panitia keluarga, makanya kami sibuk mencari vendor yang tepat kesana kemari. Tapi keputusan akhirnya kami sepakat untuk menyerahkannya kepada WO. Loh, kenapa? Hehe, nanti aku bakal bahas di akhir sesi mungkin yah di bagian WO sendiri. Tapi yang jelas semua kerja keras bolak-balik vendor tanya sana-sini tidak membuat kami rugi, malah kami banyak mendapatkan ilmu baru.

Kali ini aku mau sharing mengenai hal yang paling utama dari acara, yaitu konsep dan budget. Ya, kedua hal ini yang paling awal kami bicarakan, setelah tanggal pelaksanaan. 

Pertama, konsep pernikahan.
Seperti apa sih wedding dream aku selama ini? private wedding? royal wedding?(wedehhh) atau tengah-tengah? hehe. Sebenarnya, wedding dream aku mah biasa aja sih, yang penting mah acara engga diadain di rumah, soalnya males berantakan segala macemnya, hehe. 

Seperti yang udah dijelaskan di post #BrideToBe01 sebelumnya, keluarga aku dan a gilang sama-sama dari Sunda jadi gak ada perbedaan adat istiadat. Jadi untuk konsep mungkin kita ambil tradisional-modern, lengkap dengan rangkaian acara adat sunda mulai dari siraman, upacara adat, dan ritual lainnya. 

Untuk color theme nya aku pilih blue-silver dan sedikit sentuhan gold-blush. Untuk jenis birunya sendiri aku sebetulnya masih bingung untuk ambil warna iced blue atau serenity, tapi presentase terbesarnya mungkin untuk baju aku akan pilih iced blue-silver, sedangkan pemilihan bunga dan dekorasi lebih ke serenity-gold-blush.  Kira-kira beginilah moodboard aku.



Oh ya, menurutku sangat penting untuk kalian menentukan moodboard. Kenapa? Agar wedding theme kalian gak rancu kemana-mana terutama penggunanaan warna untuk dekorasi maupun baju seragam keluarga. Nilai positivenya juga moodboard kalian bisa dishare ke teman-teman yang sekiranya gak kalian bagi seragam, hehe. Jadi Insya Allah nuansa wedding kalian gak akan rancu kemana-mana.

Lalu untuk tamu undangan, awalnya pinginnya agak private sih. Jadi keluarga dan sahabat terdekat aja yang dateng. Tapi ternyata gak bisa. Akhirnya kita buka undangan untuk 1000 undangan, banyak banget kalo menurutku, tapi mau gimana lagi. Circle life orang tua aku dan calon mertuaku lumayan besar lingkupnya. 

Setelah menentukan konsep, kita masuk ke budget.
Ngomongin budget ini agak ngos-ngosan. Karena udah di empet-empet juga ternyata susah. Jadi kan kita punya budget tapi pinginnya gak sampe segitu. Ternyata sepertinya gak bisa karena perintilan-perintilan juga harus diperhitungkan.

Berikut ini garis besar rincian budgeting kami
Oh ya, sedikit tips yang aku dapatkan dari sahabatku, Ayu (thank you Ayu), lebih baik kita invest vendor di Catering, Make Up dan Photo. 3 hal utama yang bisa membuat acara kita sukses atau mengecewakan. Sadar gak sadar, ketika kita dateng ke acara pernikahan, mungkin yang pertama kita lihat adalah venue dan dekorasi. TAPI, yang pertama kali bikin kita "berkesan" adalah make up pengantin dan keluarga. Pas kita lihat pengantinnya pangling, kan bakal inget terus ya. Apalagi pas lihat make up nya berantakan, bukan inget terus tapi diomongin pula kan di belakang.

Udah gitu, catering.Walaupun dekor sederhana kalo makanannya enak, pasti dipuji dan terngiang-ngiah terus. Tapi sebagus apapun, semewah apapun dekorasi dan acaranya, ketika makanannya gak enak. Udah deh jelek banget kesannya apalagi untuk tamu. Sedangkan untuk photo, itu lebih untuk invest pribadi karena satu-satunya bentuk fisik yang akan bertahan lama untuk bisa dikenang yaitu photo dan video. So, save your budget for that three vendor with your honest. 

Ok, kukira post kali ini sekian aja. Next aku akan post mengenai venue. 
Semoga bermanfaat.

With Love,

You Might Also Like

2 komentar

  1. Itu Ayu yang disebut-sebut, akukan Dep? Iyakan Dep *ga nyante* *geeran* *pamrih* 😂😂😂
    Semoga lancar persiapan nikahan dan kehidupan after weddingnya *ketjup*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa itu kan udah di kasih link ke blog elu, wkwk

      Delete

Subscribe